Bayu Indrawan menerima Doktoral Degree (Dr. Eng.) di Environmental Science and Technology (Tokyo Institute of Technology, Jepang) dengan fokus pada waste to energy technology yang didukung oleh Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT), Jepang[10] dengan beasiswa yang didanai penuh. Ia memperoleh double degree di Teknik Elektro (Universitas Sriwijaya) dan Ekonomi (Universitas IBA), dan juga mendapatkan gelar Master di Teknik Elektro (Universitas Indonesia) dalam bidang energi terbarukan.
Sebagai salah satu lulusan doktor termuda dari Indonesia, dia adalah member dari Waste-to-Energy Research & Technology Council, Japan Institute of Energy, and The International Solid Waste Association. Dr. Eng. Bayu Indrawan adalah Pendiri dan Direktur Center of Waste Management Indonesia, pusat penelitian terkait pengelolaan sampah yang pertama berbasiskan teknologi di Indonesia dengan tujuan melayani masyarakat[11] dan semua pemangku kepentingan dengan membantu lingkungannya menjadi hijau dan bersih melalui penelitian, pengembangan dan implementasi sistem pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan.[12] Dia juga mengabdi sebagai dosen dan peneliti di Universitas Indonesia[13][14] dan Surya University, salah satu pelopor universitas berbasis riset di Indonesia.[15]
Bayu Indrawan adalah teknologi inovator[16] untuk pengolahan sampah dengan hidrotermal,[17] mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah terintegrasi pertama kali di Indonesia dalam skala komersial[18][19][20][21] yang berlokasi di Tangerang, Summarecon Serpong.[22] Dia juga mengembangkan dan mengimplementasikan konversi plastik menjadi bahan bakar cair dengan teknologi pirolisis dalam skala pilot dan komersial di Indonesia.[23][24][25] Atas pencapaiannya sebagai pelopor pengolah sampah hidrotermal, Bayu Indrawan mendapatkan penghargaan TALENTA INSPIRATIF INDONESIA di bidang Sains dan Teknologi oleh Majalah Intisari, Kompas Gramedia Group pada tahun 2018.[26]